04 Mei, 2009

The Show: Ike Nurjanah - Terlena


video

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

01 Mei, 2009

Komunikasi dalam Keluarga (Family Communication)


Komunikasi yang baik merupakan syarat utama dalam menjalin segala hubungan, tidak terkecuali hubungan di dalam keluarga.
Sebuah keluarga akan serasa berada di tepi jurang yang terjal, bila masalah komunikasi antar anggota keluarga dibiarkan berlarut-larut.
Hubungan orangtua dan anak ataupun suami dan istri bisa menjadi renggang bila tidak didasari dengan pondasi komunikasi yang kuat.
Beberapa hal yang bisa Anda lakukan untuk menjalin komunikasi terbuka dengan anggota keluarga:

Terapkan dasar kebersamaan
Dalam dasar kebersamaan, terapkanlah keterbukaan komunikasi yang diawali dengan konsep “KITA”, bukan “AKU” atau “KAMU”. Rangkullah seluruh keluarga dalam setiap aspek pengambilan keputusan. Apalagi bila keputusan yang diambil berpengaruh terhadap keluarga, baik langsung maupun tidak langsung. Misalnya keputusan untuk membuka usaha baru, pindah kerja, atau sekadar rencana liburan.

Komunikasi positif
Belajarlah untuk selalu mengemukakan segala sesuatunya dengan baik dan positif. Kalau terjadi masalah, atasilah dengan penuh kesabaran. Pandanglah setiap masalah dari beberapa sudut pandang yang berbeda. Baru setelah itu tentukan langkahlangkah selanjutnya dan komunikasikan dengan positif melalui bahasa-bahasa yang bijaksana dan tenang.

Jadilah pendengar yang baik
Dengan menjadi pendengar yang baik, anggota keluarga akan menganggap Anda sebagai orang yang tepat untuk diajak bicara. Dengan demikian, keterbukaan di dalam keluargapun akan terangkai. Untuk menjadi pendengar yang baik Anda harus selalu memusatkan diri Anda kepada lawan bicara, bersikap empati, menyimak, dan jangan memotong pembicaraan. Bila hal ini berhasil diterapkan bukan hanya hubungan keluarga yang anda miliki, namun juga hubungan persahabatan.

Hindari asumsi
Hindari pikiran curiga dan asumtif. Bila Anda belum yakin terhadap suatu masalah, jangan menarik kesimpulan sendiri. Biasakanlah mencari kejelasan sebuah permasalahan dengan membicarakannya.

Ciptakan kehangatan
Jangan biarkan suasana dingin dan beku meliputi keluarga Anda. Mungkin secara tak sadar Anda tenggelam dalam kesibukan kerja. Hingga di rumahpun Anda tetap asyik mengerjakan tugas kantor dengan laptop Anda. Ikut sertalah dalam setiap kegiatan keluarga dan jangan pelit untuk memuji anak ataupun pasangan.

Variatif
Bila Anda mengaku mengenal anggota keluarga dengan baik, maka bila ada keluarga yang memiliki suasana hati yang tidak enak, Anda akan segera mengetahuinya. Di saat inilah Anda harus lebih variatif dan spontan. Cobalah melontarkan obrolan-obrolan ringan. Kalau memungkinkan bisa juga ngobrol-ngobrol sekeluarga sambil makan malam di luar.

Bila Anda terus konsisten menerapkan point-point di atas, maka kemungkinan besar intisari dari sebuah keluarga bahagia akan Anda temukan.

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

21 April, 2009

The Show: Koesplus - Kolam Susu


video

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

13 April, 2009

Wisata ke Ujung Kulon (Travel to Ujung Kulon, West Java)

Ujung Kulon dan Kepulauan Krakatau bisa jadi terlupakan ditengah hingar bingar kota besar. Namun wilayah yang berada di ujung Pulau Jawa ini menyimpan eksotisme dan rahasia alam. Tempat ini juga salah satu warisan dunia yang dilindungi oleh UNESCO.


Apa yang terlintas di pikiran Anda ketika mendengar nama satwa badak bercula satu? Badak bercula satu memang identik dengan suatu wilayah, yakni Ujung Kulon. Di wilayah ini, terdapat Taman Nasional Ujung Kulon yang merupakan perwakilan ekosistem hutan hujan tropis dataran rendah yang tersisa dan terluas di Jawa Barat, serta merupakan habitat yang ideal bagi kelangsungan hidup satwa langka, badak Jawa (Rhinoceros sondaicus) dan satwa langka lainnya. Di Taman Nasional ini terdapat keanekaragaman satwa maupun tumbuhan dengan tiga tipe ekosistem, yaitu ekosistem perairan laut, ekosistem rawa dan ekosistem daratan.

Taman Nasional Ujung Kulon terletak di sebuah semenanjung di ujung barat Pulau Jawa, berdekatan dengan Pulau Peucang, Pulau Panaitan dan Krakatau. Perjalanan ke sana memakan waktu sekitar 3,5 jam dengan jarak tempuh kurang lebih 153 km dari Jakarta.
Ada dua cara untuk sampai ke tempat ini. Pertama, dengan jalan darat melalui Kecamatan Panimbang (batas timur taman nasional) menyusuri jalan propinsi. Kedua, lewat laut, menuju Pulau Peucang, Handeuleum dan Pulau Panaitan. Bagi wisatawan yang menyukai tantangan, tempat ini adalah alternatif yang sangat menarik. Tak hanya itu, di sini Anda dapat melakukan berbagai kegiatan sekaligus, mulai dari meneliti alam, belajar tentang satwa-satwa, hingga menelusuri sungai. Taman Nasional juga merupakan obyek foto yang sangat eksotis bagi Anda yang hobi fotografi. Ada beberapa lokasi yang bisa dikunjungi:

Tamanjaya dan Cibiuk.

Tempat ini merupakan pintu masuk utama Taman Nasional Ujung Kulon. Di sini terdapat pusat informasi, wisma tamu, dermaga dan sumber air panas Cibiuk. Jangan lewatkan juga jalan-jalan ke perkampungan tradisionalnya. Melihat adat istiadat masyarakat setempat akan menjadi kegiatan yang menarik.


Pantai Kalejetan, Karang Ranjang, Cibandawoh
Dari pantai ini Anda dapat melihat fenomena gelombang laut selatan dan pantai berpasir tebal. Anda juga dapat melakukan pengamatan pada tumbuhan dan satwa yang hidup di sana.

Pulau Peucang
Pantai pasir putih, terumbu karang dan perairan laut yang biru jernih di sini sangat ideal untuk berenang, menyelam, memancing, dan snorkeling. Pulau Peucang juga tempat yang pas untuk mengamati rusa di habitat alamnya.

Karang Copong, Citerjun, Cidaon, Ciujungkulon, Cibunar, Tanjung Layar dan Ciramea

Di tempat ini Anda dapat menjelajahi hutan, menyelusuri sungai, padang penggembalaan satwa, air terjun dan tempat penyu bertelur.


Pulau Handeuleum, Cigenter, Cihandeuleum.

Sangat cocok untuk melakukan pengamatan satwa seperti banteng, babi hutan, rusa, jejak-jejak badak Jawa, dan berbagai macam jenis burung. Wisatawan juga dapat menyelusuri sungai di ekosistem hutan mangrove.


Pulau Panaitan, dan Gunung Raksa

Lokasi yang pas untuk menyelam, berselancar dan wisata budaya. Di puncak Gunung Raksa terdapat patung Ganesha dan Shiwa yang terbuat dari batu gunung, peninggalan sejarah dari zaman Hindu. Untuk mencapai puncak Gunung Raksa dapat melalui jalan setapak dari Citambaya dan harus dikawal oleh petugas yang telah menguasai lapangan atau bersama juru kunci dari Desa
Tamanjaya. Taman Nasional Ujung Kulon sangat diminati oleh wisatawan asing maupun domestik, karena tempat ini merupakan cagar alam yang dilindungi oleh dunia dan menyimpan kekayaan flora dan fauna yang sangat khas. Tak heran bila UNESCO menetapkan
Taman Nasional Ujung Kulon bersama Cagar Alam Krakatau sebagai aset nasional dan pada tahun 1992 ditetapkan sebagai World Heritage Site atau salah satu warisan dunia.

Kepulauan Krakatau, Wisata ke Kompleks Gunung Api

Pada awalnya, Cagar Alam Krakatau menjadi bagian dari Taman Nasional Ujung Kulon. Namun sejak tanggal 3 Mei 1990 melalui surat Direktur Jenderal Perlindungan Hutan dan Pelestarian Alam, pengelolaan Cagar Alam Krakatau dialihkan ke BKSDA (Balai Konservasi Sumber Daya Alam) Lampung. Status cagar alam menjadikan Kepulauan Krakatau sebagai pusat belajar.
Karena itu, kawasan ini cocok dikembangkan sebagai wisata pendidikan, mengingat kawasan ini merupakan laboratorium alami untuk mempelajari pengetahuan alam, geologi, vulkanologi dan biologi. Di sini pengunjung bisa meneliti berbagai gejala alam, seperti bagaimana terbentuknya pulau, gunung, hutan, dan lain sebagainya. Selain itu, keunikan dan eksotisme kawasan cagar alam ini sangat potensial dikembangkan untuk obyek wisata.

Posisi Kepulauan Krakatau persis terletak di pertemuan tiga daerah rawan gempa, yaitu Sumatera, Selat Sunda dan Jawa. Posisi unik itu menjadikan kawasan Kepulauan Krakatau sebagai kawasan cagar alam laut dengan kekhasan tersendiri, terutama jika dilihat dari perkembangan ekologi dan geologi. Dari sebuah gunung berapi yang meletus dahsyat pada tahun 1883, lahir gugusan pulau yang terdiri dari Pulau Gunung Anak Krakatau, Pulau Krakatau Besar (Rakata), Pulau Krakatau Kecil (Panjang) dan Pulau Sertung. Sekitar tahun 1980-an Anak Krakatau kadang-kadang masih tertutup air saat gelombang pasang. Tapi sekarang tingginya sudah mencapai 560 meter. Sungguh menakjubkan.


Bagi yang senang mendaki gunung, Krakatau menyajikan pemandangan gunung di tengah lautan yang menakjubkan. Wisatawan dapat menikmati udara gunung yang bercampur dengan udara laut yang segar. Tempat ini sangat cocok untuk mereka yang senang berolahraga gunung dan suasana laut. Semburat sinar matahari yang semakin memudar, membentuk panorama sunset seiring dengan aktivitas nelayan di sekitar perairan Ujung Kulon dan Krakatau. Hal ini menambah indah pemandangan bak lukisan siluet. Berbagai pengalaman menarik bisa didapatkan di warisan dunia ini. Interaksi yang terjalin dengan flora dan fauna penghuni habitat di sekitarnya semoga semakin menumbuhkan kepekaan dan cinta terhadap lingkungan alam.

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

05 April, 2009

Trik Jitu Merenovasi Rumah (The right tricks in renovating a house)

Rumahku adalah Istanaku! Mempunyai rumah yang indah dan nyaman adalah idaman semua orang. Namun seiring berjalannya waktu, keindahan dan kenyamanan tersebut pasti akan berkurang, sehingga perlu dilakukan penyempurnaan ulang. Belum lagi meningkatnya kebutuhan, yang mau tak mau memaksa penambahan ruang. Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan untuk merenovasi rumah.

Maksud dan tujuan merenovasi rumah tersebut harus jelas.
Misalnya karena atapnya mulai bocor, maka sebaiknya perlu diperbaiki dan direnovasi demi kenyamanan. Atau sekedar ingin menambah ruangan baru dan sebagainya. Dengan maksud dan tujuan yang jelas, maka renovasi dapat berjalan dengan lancar dan dapat menghemat anggaran pembiayaan.

Melihat anggaran yang dimiliki
Tentukanlah anggaran untuk merenovasi rumah tersebut, agar sesuai dengan kemampuan. Buatlah daftar perincian anggaran yang akurat, agar tidak overbudget.

Perencanaan yang matang
Untuk pengerjaan renovasi dalam skala besar sebaiknya menggunakan perincian anggaran renovasi dan gambar yang terukur (blue print) agar renovasi berjalan sesuai dengan rencana dan tepat sasaran. Ada baiknya juga berkonsultasi dengan arsitek yang professional agar hasil dan kualitas sesuai dengan yang diharapkan.

Pilihlah waktu yang tepat untuk memperbaiki rumah

Tinggal di negara tropis yang hanya mempunyai dua musim, menjadi hal yang perlu diperhatikan. Jangan sampai ketika musim hujan tiba, kita memilih untuk merenovasi atap rumah. Namun, apabila renovasi memang harus dilakukan pada saat musim hujan tiba, pilihlah saat-saat yang tepat.

Memilih jasa tukang yang tepat
Dalam proses pekerjaan bangunan, metode pembayaran jasa tukang ada dua, yaitu harian dan memborong dalam jangka waktu tertentu. Untuk pembayaran harian, dari segi kualitas mungkin akan lebih baik, tapi dari total waktu bisa jadi kurang terkontrol. Sebaliknya dengan metode borongan dari segi waktu mungkin akan efisien, karena pemborong akan mengejar tenggat waktu, tapi dari segi kualitas, mungkin berkurang. Jadi pemilihan metode pembayaran sebaiknya disesuaikan juga dengan kebutuhan dan budget yang dimiliki.

Pilihlah bahan material yang berkualitas
Agar hasil renovasi rumah tidak mengecewakan dan bertahan lama, sebaiknya pilihlah bahan-bahan material yang berkualitas tinggi. Karena, setiap material memiliki daya tahan yang berbeda-beda. Semakin tinggi kualitasnya maka akan memiliki daya tahan lebih. Namun, jangan lupa untuk menyesuaikan dengan budget yang Anda miliki.

Jadi, perencanaan renovasi yang matang harus pula di sesuaikan dengan kebutuhan dan dana yang dimiliki. Apabila rusaknya sudah terlalu parah serta dapat mengancam jiwa dan keselamatan Anda sebaiknya lakukan renovasi secepatnya.

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

30 Maret, 2009

Menyiasati Rumah Tusuk Sate (To trick a house facing a junction)

Banyak orang menghindari rumah tusuk sate karena dianggap kurang baik. Tapi ternyata tak selalu rumah tusuk sate itu merugikan. Kalau tahu siasatnya rumah tusuk sate juga bisa menjadi sumber kebaikan.

Rumah tusuk sate acapkali dihindari oleh masyarakat umum karena dianggap membawa dampak buruk bagi penghuninya. Terlebih lagi bila letak rumah tusuk sate tersebut berada di jalan raya. Makanya, terkadang harga jual rumah ini pun lebih murah dibanding rumah lainnya.

Secara logika pada posisi tusuk sate, angin dapat masuk begitu saja ke dalam rumah dan membawa debu jalanan yang berbahaya bagi kesehatan. Karenanya, terkadang si penghuni rumah jadi sakit-sakitan. Apabila rumah tusuk sate tersebut berada di daerah jalan raya terkadang ada pengemudi kendaraan bermotor kurang berhati-hati, sehingga kendaraan nyelonong masuk rumah tersebut.

Posisi tusuk sate sangat beragam, sebagai contoh posisi tusuk sate yang berada di belakang rumah, ibarat ditikam dari belakang. Oleh karena itu ketika membeli rumah jangan hanya melihat dari bagian depan rumah saja yang berada di posisi tusuk sate, namun perhatikan juga bagian belakangnya.
Bagaimana jika rumah yang Anda miliki berada pada posisi tusuk sate?
“Posisi tusuk sate adalah posisi sha qi yang berarti hawa pembunuh. Karena itu bagian eksterior dan interior rumah harus terlindungi,” ungkap Mas Dian sebagai pemerhati Feng Shui. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyiasati rumah tusuk sate.

Pertama, menanami pohon besar di area depan rumah. Tanaman dapat berfungsi sebagai penyaring udara dan sebagai pelindung rumah dari tertabrak kendaraan. Selain itu bisa juga dipasangi cermin. Hal ini berguna pada rumah tusuk sate yang berada di daerah jalan raya yang sering dilalui oleh kendaraaan. Cermin berguna bagi pengguna jalan untuk mengetahui situasi di jalan tersebut.

Kedua, di bagian eksterior, pagar depan rumah sebaiknya dibangun tembok. Hal ini berguna untuk mengurangi debu-debu jalan yang terbawa ketika angin berhembus. Ketiga, mengubah posisi beberapa pintu. Posisi pintu depan rumah sebaiknya diubah ke sebelah kiri atau kanan. Hal ini berguna untuk mengurangi debu atau angin yang menerobos masuk rumah Anda.

Posisi pintu dapur yang terhubung dengan garasi juga harus diubah. Hal ini karena dapur adalah faktor kebahagiaan rumah tangga dan keuangan. Oleh karena itu dapur tidak boleh langsung terbuka menghadap ke jalan. Sebaiknya posisi pintu dapur diubah agar tidak langsung menghadap ke jalan. Untuk menjaga kesehatan si pemilik rumah, posisi pintu kamar pun harus diperhatikan. Karena pintu kamar yang menghadap ke jalan sangat berbahaya bagi kesehatan si pemilik rumah.

Meski kurang baik sebagai tempat tinggal, posisi tusuk sate sebenarnya sangat menguntungkan. Sebab posisi tusuk sate yang tepat di depan jalan akan mudah terlihat dari segala arah, sehingga sangat strategis untuk digunakan sebagai tempat usaha.

Hal yang terpenting bagi Anda, penghuni rumah tusuk sate adalah menciptakan kenyamanan dan keharmonisan pada ruang gerak Anda, baik di dalam rumah maupun di halaman rumah. Jika kondisi seperti ini tercipta, hawa jahat pun enggan singgah di rumah, sehingga Anda pun bisa hidup dengan bahagia.

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

24 Maret, 2009

Wanita Bekerja & Keluarga (Women at work & Family)

Menjadi istri, ibu sekaligus pekerja yang profesional tidaklah mudah. Diperlukan kecerdikan dan kesabaran dalam menjalaninya. Karenanya tak berlebihan menyebut para perempuan ini sebagai srikandi keluarga. Sudah bukan zamannya lagi perempuan terkungkung di rumah. Saat ini pintu terbuka luas bagi semua perempuan untuk berkarya di luar rumah. Tak mengherankan hari ini ada begitu banyak perempuan yang bekerja di berbagai sektor industri.

Hal ini membuat perempuan harus menjalankan peran ganda sebagai istri, ibu sekaligus wanita bekerja. Hal tersebut menuntut perempuan-perempuan ini menjadi perempuan perkasa yang handal menangani urusan kantor, urusan di rumah, mengasuh anak dan melayani kebutuhan suami. Kunci dari semuanya adalah manajemen yang baik. Para perempuan harus menjadi manajer handal dalam membagi tugas, waktu dan konsentrasi antara keluarga dan pekerjaan. Ada beberapa hal yang bisa dilakukan untuk menyeimbangkan antara keluarga dan pekerjaan, antara lain:

Manajemen waktu
Buatlah daftar hal-hal yang perlu Anda kerjakan selama sehari penuh. Tentukan pula prioritas Anda. Misalnya, meski bekerja, tapi sepulang kerja Anda harus meluangkan waktu yang berkualitas untuk anak dan suami. Hal ini akan membantu Anda melakukan kegiatan secara sistematis dan efisien.

Delegasikan tugas kepada orang lain
Belajarlah mendelegasikan tugas-tugas Anda, baik tugas di kantor maupun tugas di rumah kepada orang lain agar pekerjaan Anda menjadi efi sien. Dengan begitu Anda fokus pada hal-hal yang memang harus Anda kerjakan sendiri dan waktu Anda untuk keluarga pun menjadi lebih banyak.

Pekerjakan pembantu rumah tangga

Bila memungkinkan pekerjakanlah pembantu rumah tangga. Karena kehadirannya dapat meringankan tugas Anda di rumah, sehingga Anda memiliki lebih banyak waktu dengan keluarga. Waktu ini juga dapat Anda manfaatkan untuk membangun komunikasi yang lebih intensif dengan anak dan suami. Namun, pilihlah pembantu rumah tangga yang dapat dipercaya.

Lebih efisien dalam bekerja

Bersikaplah lebih efi sien dan produktif dalam bekerja. Semakin Anda tidak efisien, semakin banyak pula pekerjaan yang menumpuk. Akibatnya, sampai di rumah Anda masih memikirkan pekerjaan di kantor yang semakin mendekati deadline. Hal ini dapat membuat Anda stres yang bisa menjadi sumber ketegangan dalam hubungan Anda dengan keluarga.

Kenalilah diri sendiri

Untuk bisa mengatur diri sendiri, Anda perlu mengenali diri sendiri. Kenalilah seberapa tinggi tingkat toleransi Anda terhadap stres dan hal-hal apa saja yang dapat membuat Anda stres. Hindari tindakan atau kegiatan yang hanya akan menambah persoalan dan ubahlah pola pikir irrasional yang mengganggu kenyamanan Anda. Bila Anda memang sudah terlalu lelah dengan beban pekerjaan dan urusan rumah tangga, ada baiknya Anda bersantai sejenak.
Liburan selama beberapa hari dengan keluarga atau hanya berdua dengan suami dijamin bisa mengembalikan kesegaran Anda. Memiliki peran ganda memang tak mudah. Namun, selalu ada cara untuk menyiasatinya. Percayalah bahwa Anda begitu hebat dan mampu menjalani semua peran Anda dengan baik.

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

22 Maret, 2009

Menangani Kemarahan Pelanggan (To handle a customer's anger)

Slogan pelanggan adalah raja sudah jadi pegangan semua pengusaha dimanapun. Apapun yang diinginkan pelanggan sebisa mungkin kita penuhi. Bila mereka marah pun kita harus dengan sabar menghadapi mereka.

Dalam berbisnis, sekali atau dua kali pasti pernah menghadapi pelanggan yang marah. Kemarahan ini bersumber pada ketidak-ketidakpuasan mereka terhadap pelayanan yang kita berikan. Namun, mereka yang sedang marah tidak boleh dihadapi dengan kepala panas pula. Kita justru harus berkepala dingin. Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk menghadapi kemarahan pelanggan kita. Hadapilah dengan kepala dingin.

Menghadapi pelanggan yang marah seringkali memicu kemarahan pada diri kita sendiri, apalagi kalau ternyata pangkal masalah tak sepenuhnya kesalahan pihak Anda. Meskipun begitu, kita harus menghadapinya dengan kepala dingin dan sikap yang tenang. Kemarahan Anda justru akan membuat masalah kian rumit. Pahami keinginan pelanggan. Pelanggan yang marah ingin masalahnya segera selesai. Hal ini hanya separuh benar. Memang benar mereka ingin masalahnya ditangani, tetapi mereka juga ingin didengar dan dimengerti. Untuk itu saat pelanggan Anda sedang melontarkan kemarahannya, dengarkanlah dengan penuh perhatian. Jangan sekali-kali menyela atau memotong ucapannya. Biarkan dia menumpahkan segala kemarahan dan ketidakpuasannya hingga tuntas. Bila ia telah selesai, barulah Anda menanggapi keluhan dan kemarahannya tersebut.
Berikan penjelasan dengan bijaksana. Dalam menghadapi kemarahan pelanggan, jangan bersikap kaku. Anda harus menunjukkan bahwa Anda sungguh-sungguh berusaha menangani masalah mereka. Bicaralah dengan nada bersahabat dan tunjukan empati Anda terhadap masalah yang dihadapinya. Berikanlah keterangan dan penjelasan yang tidak bertele-tele. Jangan pula mengkambinghitamkan pihak tertentu dalam masalah ini. Karena hal ini akan membuat pelanggan Anda tambah berang. Ingat, pelanggan tidak mau tahu apa yang terjadi pada perusahaan, mereka hanya ingin mendapatkan pelayanan yang memuaskan.

Cari jalan keluar yang adil. Setelah memberikan penjelasan, tawarkan jalan keluar untuk masalah tersebut. Karena melakukan pembelaan tanpa memberikan solusi sungguh sebuah tindakan yang tidak bijaksana. Lagipula, dengan memberikan solusi pelanggan akan lebih menghargai Anda, terlepas dari berhasil tidaknya solusi tersebut. Pada akhirnya yang akan diingat pelanggan Anda adalah usaha Anda memberikan solusi pada masalah mereka dan bukan berhasil tidaknya solusi tersebut. Memang akan lebih baik bila solusi yang Anda tawarkan manjur mengatasi masalah tersebut. Penanganan yang baik terhadap komplain pelanggan akan sangat berdampak pada bisnis. Karena pelanggan yang menyampaikan keluhannya merupakan pelanggan loyal yang peduli pada bisnis Anda terlepas dari caranya menyampaikan keluhan. Alih-alih merasa marah dan geram, justru Anda perlu berterima kasih pada setiap keluhan pelanggan. Karena dengan begitu Anda menjadi tahu bahwa ada yang salah dengan produk, proses atau komunikasi Anda. Jadi, secara tak langsung kemarahan pelanggan menjadi berkah bagi bisnis kita.

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

20 Maret, 2009

Persiapan Menghadapi Bencana (Preparation for a disaster)

Banjir, gempa bumi, kebakaran, dan kecelakaan transportasi adalah serangkaian bencana yang belakangan terjadi di Indonesia. Kini saatnya Anda sadar pentingnya menjaga harta yang dimiliki dari bencana.

Berbagai sejarah bencana alam yang pernah terjadi di Indonesia menunjukkan bahwa negeri ini adalah wilayah yang rawan bencana. Setiap bencana terjadi, pastinya menimbulkan kerugian yang tidak sedikit. Kerugian tersebut bisa berupa moril, materi, bahkan nyawa manusia.
Lalu, pernahkah Anda membayangkan bencana tersebutterjadi pada Anda? Takdir memang di tangan Tuhan. Sebagai manusia kita hanya bisa berdoa dan berusaha. Saat ini Anda pasti sudah memiliki sejumlah harta yang dikumpulkan dari hasil usaha bertahun-tahun, seperti tabungan, deposito, rumah, kendaraan, atau bisnis itu sendiri. Semua itu harus Anda jaga dan persiapkan dalam menghadapi bencana. Beberapa persiapan yang perlu dilakukan antara lain:

1. Jangan simpan semua harta di rumah
Menyimpan semua harta di rumah sangatlah berisiko. Bila rumah Anda yang tertimpa bencana, dapat dipastikan seluruh harta juga akan musnah. Simpanlah di bank, belikan tanah di daerah lain, atau investasikan uang Anda ke beberapa tempat.
2. Miliki aset
Banyak di antara kita yang masih menyimpan sebagian harta dalam bentuk uang tunai. Padahal, uang tunai terbuat dari bahan yang mudah sobek, basah, atau terbakar. Alihkan harta Anda dalam bentuk aset. Emas adalah pilihan yang tepat karena terbuat dari bahan yang kuat dan tak lekang ditelan zaman, sehingga bila terjadi bencana aset Anda bisa bertahan.
3. Simpan surat-surat penting di safe deposit box
Surat-surat penting adalah dokumen yang dapat membuktikan kepemilikan, pencapaian, atau penandaan atas suatu hal. Surat akta jual beli rumah, BPKB, atau ijazah janganlah sampai hilang atau rusak. Maka, simpanlah surat-surat tersebut di safe deposit box di bank.

Sebenarnya bukan hanya harta saja yang harus dijaga, diri Anda dan keluarga juga tak kalah penting. Jangan sampai keluarga, terutama anak-anak, kerepotan karena orangtua mereka tidak diberi umur panjang. Memang tak ada yang mengharapkan, namun persiapan demi masa depan anak-anak harus diperhitungkan.

1. Ajari anak mengelola keuangan
Berapa pun harta yang dimiliki jika tidak dikelola dengan baik, maka akan cepat habis. Untuk itu, sedini mungkin anak-anak sudah diajarkan cara mengelola keuangan. Ajari anak berbelanja secara bijak, menyisihkan uang untuk ditabung, atau melakukan penghematan.
2. Ambil asuransi jiwa
Dengan mengambil asuransi jiwa, bila Anda tidak diberi umur panjang, pasangan dan anak-anak akan memiliki sejumlah dana yang bisa mereka gunakan untuk membiayai hidupnya selama beberapa tahun ke depan.
3. Proteksi dalam persiapan dana pendidikan anak
Siapkan dana pendidikan untuk anak-anak Anda sejak dini, baik melalui asuransi pendidikan, tabungan pendidikan, atau dalam bentuk lain seperti emas, reksadana atau tanah.

Di tengah bencana yang datang silih berganti, tindakan berjaga-jaga sangatlah penting. Jangan sampai kurangnya persiapan yang dilakukan berdampak buruk kepada Anda dan keluarga. Seperti perkataan seorang bijak: “Bila Anda gagal dalam bersiap-siap, maka bersiap-siaplah untuk maka bersiap-siaplah untuk gagal”.

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...

19 Maret, 2009

Menghadapi Anak Puber (To cope with a child at puberty)

Anak Anda tiba-tiba berubah drastis menjadi sosok yang tidak dikenal. Perilakunya cenderung tidak semanis dulu. Kedekatan dengan Anda pun kini mulai berjarak.

Bila tanda-tanda tersebut mulai Anda temui, kemungkinan besar anak Anda tengah mengalami masa pubertas. Apakah pubertas itu? Pubertas adalah fase peralihan dari masa kanak-kanak menuju dewasa yang ditandai dengan beberapa perubahan fisik, perubahan perasaan, pergaulan, pikiran dan perilaku. Pada fase ini anak sering merasa bermasalah dengan dirinya maupun dengan orang di sekitar. Maka wajar jika di awal pubertas kesabaran orangtua seringkali diuji oleh perilaku anak yang sulit diterima. Oleh karena itu, dalam menghadapi anak yang menginjak puber tentunya dituntut perubahan pada pola asuh orangtua.

Beberapa hal yang perlu dilakukan adalah:

1. Kenali dan pahami perubahan anak.
Pertama kali yang harus dilakukan orangtua adalah memahami dorongan dalam diri anak. Kenalilah perubahan-perubahan yang terjadi, baik fisik maupun mental. Perubahan fisik pada anak perempuan ditandai dengan menstruasi pertama, sementara anak laki-laki dengan pengalaman mimpi basah dan pita suara yang mulai pecah. Masa pubertas seringkali membentuk sikap anak yang lebih emosional. Mereka sudah mulai mengalami kasmaran, berperilaku genit, introvert atau bahkan menjadi pemberontak kecil. Maka, orangtua sebaiknya memperhatikan kebutuhan anak untuk didengar dan diterima. Pahami juga bahwa perubahan itu alamiah terjadi karena seiring dengan perkembangan kejiwaannya, jadi Anda tidak perlu panik dan dapat tetap bersikap tenang.

2. Dengarkan dan hargai pendapatnya
.
Setiap orang tentu ingin pendapatnya selalu didengar. Begitu pula dengan anak. Sejalan dengan emosi yang meningkat, keinginannya untuk didengar juga semakin tinggi. Untuk itu, jadilah pendengar yang baik. Simak dan hargailah pendapatnya. Jangan menganggap anak belum pantas bicara soal hal-hal sensitif seperti cinta, pacaran, seks dan sebagainya. Justru keterbukaan merupakan kesempatan yang baik untuk merekatkan kebersamaan Anda dan anak, sekaligus memantau pergaulannya di luar.

3. Bersahabatlah dengan anak.

Orangtua juga bisa berperan sebagai sahabat bagi anak. Jangan karena Anda adalah orang yang melahirkan dan membesarkannya, lalu merasa diri selalu paling benar. Sikap seperti malah akan menjauhkan Anda dengannya. Bahkan kadang hal inibisa memicu anak untuk memberontak. Percayalah, kalau anak diajak bicara baik-baik pasti ia akan mendengarkan juga.

4. Tumbuhkan rasa percaya

Untuk menumbuhkan rasa percaya anak, Anda perlu membukakomunikasi sebesar-besarnya. Ketika anak sudah mulai percaya, tentu mereka tak akan berbohong. Bahkan mereka bisa bicara apa saja yang dialami tanpa harus ditanya. Rasa percaya ini akan semakin mudah terbina bila hubungan antara anak dan orangtua diwarnai persahabatan. Namun untuk menuju ke arah itu memanglah tidak mudah. Anda baiknya bisa menekan ego dan otoritas. Untuk meningkatkan kepercayaan anak, Anda juga jangan mudah mengomentari perubahan yang terjadi padanya seperti, “Sudah mulai suka dandan nih? Ganjen deh kamu.” atau ”Kecil-kecil sudah main cinta-cintaan!” Komentar-komentar tersebut tentu membuat anak minder dan menjauh dari orangtua. Selain itu, meskipun ia masih tetap anak-anak, namun rasa kedewasaannya sudah ingin diakui. Maka, janganlah lagi perlakukan ia sebagai “si anak manis” kesayangan Anda.

Selanjutnya......

[+/-] Selengkapnya...